Skip to content

Sentimental Moods at Java Jazz Festival 2014

March 12, 2014

 “Mari Kita Ska-kan Jazz…”

Sampai sekarang bila kami, para personel Sentimental Moods, ditanya mengapa sering diundang untuk tampil di sebuah acara jazz… bisa dipastikan tidak ada jawaban yang pasti. Mulai dari main di sebuah komunitas jazz, hingga festival jazz besar macam Indonesia Jass Festival dan Java Jazz Festival, suer kami gak tau pasti alasannya. Karena kami tidak merasa atau tidak berani mengklaim Sentimental Moods sebuah band ska-jazz atau apalah sebutannya. Yang penting senang, diterima dengan baik, persiapkan diri dengan serius, dan mainkan!!

Bahkan di Java Jazz Festival (JJF), sudah dua kali kami main di ajang musik bertaraf internasional ini. Bisa dibilang, dua kali main, Sentimental Moods naik kelas. Pertama kali di 2013, kami beruntung diundang main di booth salah satu sponsor JJF. Karena main di panggung unofficial, maka nama kami juga tak masuk dalam list pengisi acara JJF di web-nya. Gak masalah buat kami bersembilan, karena ini kesempatan kami menjajal event non-ska dengan penonton yang mungkin juga tak terlalu familiar dengan ska. Dan respon penonton bagus, bikin bangga….

Ternyata di tahun ini (2014), Sentimental Moods kembali diundang untuk tampil di festival yang diadakan dalam area PRJ Kemayoran tersebut. Kali ini kami diundang untuk main di panggung official (Delta-Female Stage), sehingga nama Sentimental Moods pun masuk dalam jadwal serta list pengisi acara di web resmi JJF 2014. Kami main di hari pertama, tanggal 28 Februari, jam 10 malam. Bangga? Ya pasti, seperti naik kelas. Tapi tetap bangga saja gak cukup frens! Kudu serius mempersiapkannya.

Intepretasi ulang

Coba deh cek video di bawah ini….

Lagu yang dimainkan dalam video tersebut berjudul Walkin’, dipopulerkan oleh salah satu legendaris musik jazz dunia, trumpeter Miles Davis. Pertama dirilis dalam album Walkin’ tahun 1954. Begitu populer sehingga dianggap sebagai salah satu standar jazz terbaik.

Lalu apa hubungannya dengan Sentimental Moods? Sabar frens, coba cek video di bawah ini….

Bener banget, lagunya sama… Walkin’-nya Mr.Davis juga seperti video sebelumnya, tapi versi Sentimental Moods tentu saja dibawa menjadi berirama ska dan tentu saja enak buat joged. Istilahnya, lagu yang aslinya kontemplatif, penuh lika-liku skill yang kadang membuat bingung (hehehe…), diubah menjadi lebih goyang. soulful… ska banget deh!

Ini dia yang namanya intepretasi. Hal yang sah-sah saja dilakukan dalam musik. Dan ini bukan hal baru bagi Sentimental Moods. Tak hanya komposisi jazz yang kami kemas ulang, namun juga pop seperti Close To You dari The Carpenters, hingga punk macam Anarchy in UK-nya Sex Pistols. Juga bukan hal baru bagi band-band ska dunia. Biasa saja…

Namun saat Sentimental Moods membawakan ulang komposisi standar jazz di JavaJazz, jadi terkesan istimewa oleh para audiens festival tersebut. Buat mereka, ini pertama kalinya lagu yang aslinya jazz dibuat lebih joged. Buat kami, lumayan menjadi penarik perhatian mereka terhadap penampilan kami. Beberapa teman musisi jazz mengiyakan hal tersebut. Hahaha… gotcha!

Java Ska Festival

Spesial untuk JavaJazz kali ini, teman-teman Sentimental Moods punya misi khusus yang kemudian diproklamirkan Edo sebagai juru bicara kami di panggung, dengan kalimat, “… mari kita ska-kan jazz…”. Artinya, festival besar ini perlu diberi warna berbeda, minimal di panggung tempat kami manggung, yang sebenarnya ya gak jazz.

“Setuju bro, Java Jazz memang kudu dikasih warna berbeda! Lah, daripada Agnez Mo atau JKT-48, Sentimental Moods lebih pantas main di Java Jazz bro,” ujar seorang teman mengomentari misi kami tersebut. Baiklah kalau begitu, misi kami direstui!

Mengalirlah lagu-lagu yang kami mainkan, semua di tempo cepat, minimal medium. Kami sengaja tidak bermain di koridor bermain lagu-lagu manis. Semata agar suasana meriah segera tercipta. Dan terbukti penampilan kami menarik perhatian audiens. Sebagai band antah-berantah di scene jazz tersebut, strategi ini kudu dijalankan. Area stage Delta-Female yang sebenarnya tak terlalu besar pun semakin lama terasa semakin padat. Beberapa teman penonton pun terpaksa berdiri, walau ini tentu akhirnya dimanfaatkan mereka untuk ikut berjoget, bergoyang, mengikuti irama musik Sentimental Moods.

Akhirnya misi dituntaskan dengan lagu ska legendaris, Jamaica Ska yang dipopulerkan pertama kali oleh Byron Lee and The Dragonaires tahun 1964, tentu hasil kemas ulang kami. Kali ini Daniel diminta untuk meletakkan saksofon bariton-nya, dan ditugaskan menjadi agitator sambil bernyanyi. Daniel tak hanya menyanyi, tapi juga meminta audiens berskankin bersama. Goyang lah audiens, bahkan beberapa audiens yang sudah paham cara berskankin’, langsung ke depan panggung untuk berjoged.

Heboh? Tentu saja!!! Seperti ada festival ska berskala kecil di dalam sebuah festival jazz internasional berskala besar. Mantap!

Semua foto diambil oleh Arief Wahyudi. Galeri foto Sentimental Moods at Java Jazz Festival 2014 selengkapnya dapat dilihat di [ http://ariefwhyd.wordpress.com/2014/03/01/sentimental-moods-live-at-java-jazz-festival-2014/ ]

Video penampilan Sentimental Moods – Walkin’ direkam oleh Alvin Tampanguma, dan diupload juga di channel pribadinya, silahkan cek di [ https://www.youtube.com/watch?v=rwxAtgDZXzk ].

Bisa juga cek channel Youtube kita di [ http://www.youtube.com/user/StmlMoods ]

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: