Mini Album “Sentimental Moods featuring Vocals”

Anak-Anak, Berdendang, dan Refreshing

SentimentalMoods_2018

Sengaja atau tidak, hampir semua personel Sentimental Moods melakukan aktivitas bermusiknya (baik saat performa, hingga berkarya) rata-rata sebagai hasil interaksi mereka dengan anak-anak. Baik para bujangan seperti Taufiq dan Amoroso, atau sang pengantin baru Acil, para personel SM yang sudah berkeluarga, memiliki anak, semuanya dekat dengan anak-anak. Bahkan Amoroso juga mengajar musik di sebuah sekolah dasar di Jakarta.

Maka bukan hal aneh bila muncul sebuah kepedulian pada anak-anak di antara delapan orang personel unit Ska asal Jakarta yang dikenal menyajikan komposisi-komposisi ska instrumental ini. Tentu saja secara spesifik mereka begitu terobsesi untuk ikut menyemarakkan kehidupan anak-anak Indonesia lewat musik. Dalam konteks SM, mempersembahkan lagu anak berwarna ska yang menggambarkan watak dasar anak-anak yang memang (seharusnya) selalu ceria, gembira, cerah, dan bermain.  Dan ini bukan hal mudah buat SM, secara sebelumnya mereka belum pernah membuat lagu atau komposisi yang sengaja diciptakan untuk anak-anak.

Tapi bila semangat sudah berkobar, tidak ada hal yang tak mungkin bagi Daniel cs. Maka terciptalah sebuah lagu yang benar-benar menggambarkan anak-anak apa adanya. Bernyanyi, menari, bermain, suka cita, sedikit konflik remeh-temeh, saling mengganggu, tapi tetap akhirya semua bergembira. Istimewanya, lagu ini langsung didesain sebagai lagu bervokal. Istimewa karena jarang-jarang SM berkreasi secara musikal lewat komposisi bervokal.

Bahkan nama Bonita Adi, seorang penyanyi senior yang dikenal memiliki range serta karakter vokal yang tak diragukan lagi, sudah muncul sebelum lagu tersebut tercipta. Gayung bersambut, tanpa banyak cingcong Bonita langsung mengiyakan permintaan SM padanya untuk mengisi lagu anak-anak gaya ska tersebut.

Begitu menyimak hasil rekaman lagu bertajuk Suka-Suka tersebut, para personel SM kegirangan dan puas di atas rata-rata. Dasar BM alias banyak maunya, dengan ide-ide liar khas SM, Yurie cs akhirnya memutuskan untuk sekalian membuat semacam mini album alias EP spesial. Sebuah EP berkonten seluruhnya materi bervokal. Diambil dari lagu-lagu cover bervokal yang sebelumnya pernah dirilis SM sebagai bagian dari EP-EP mereka sebelumnya. Maka kurasi langsung tertuju pada dua lagu cover yang cukup populer di kalangan audiens setia SM, hampir selalu mengisi playlist gig-gig SM, yakni Jembatan Merah karya Gesang dan Payung Fantasi karya Ismail Marzuki.

Dua komposisi cover ini tak hanya dimixing serta mastering ulang agar sesuai dengan karakter EP, namun juga diaransemen dan direkam ulang. Jembatan Merah versi SM tetap dipercantik melalui olah vokal istimewa seorang Aprillia Apsari dari White Shoes and The Couples Company. Sedangkan Payung Fantasi versi SM yang selama ini dikenal instrumental, khusus untuk mini album Sentimental Moods featuring Vocals ini diaransemen ulang oleh Wiro cs menjadi komposisi bervokal dengan bantuan biduanita bersuara alto, Novel Evelyn.

Maka EP spesial ini pun disesuaikan dengan momen Hari Anak Nasional, tanggal 23 Juli di layanan musik digital Spotify, iTunes, Deezer, dan sebagainya. Selaras dengan semangat awal SM mempersembahkan sesuatu yang spesial pada anak-anak Indonesia. Plus tentu saja memberikan sajian refreshing yang berbeda dengan rilisan-rilisan SM sebelumnya, sebuah mini album dengan konten bervokal. Tenang brader dan sista, SM juga merilis mini album spesial ini secara fisik baik dalam bentuk CD dan kaset. Dirilis sekitar sebulan sesudah versi digitalnya. Kuy frens, kita berdendang!

Track 1
Suka-Suka
SentimentalMoods_2018_angle

Musik/Lirik: masmo
* Produser: Daniel Sukoco dan Taufiq Alkatiri
* Aransemen: Sentimental Moods
* Direkam, di-mixing dan di-mastering : Erwinizan Mugitat @ SAE Recording Studio, Jakarta (April, 2016)

Terhitung sudah dua tahun usia lagu ini, sejak direkam serta mixing/mastering hingga akhirnya dirilis sebagai bagian dari mini album ini. Awalnya lagu yang memang diciptakan dalam rangka Hari Anak Nasional yang dirayakan tiap tanggal 23 Juli ini, direkam untuk kebutuhan tugas akhir teman kami Erwin, yang menekuni bidang sound engineering di SAE Institure Jakarta. Direkam dalam dua versi, untuk versi instrumentalnya telah lebih dahulu dirilis dalam album kompilasi Record Store Day 2018 April lalu. Sedangkan untuk versi bervokal, kami dibantu seorang penyanyi senior di skena indie, Bonita Adi yang dikenal juga dengankelompok musiknya, Bonita and The Hus Band.

Track 2
Payung Fantasi

SM-Novel

*Musik/Lirik: Ismail Marzuki
* Produser: Dharmo Soedirman
* Aransemen: Sentimental Moods
* Perekam: Yurie Fachran dan Rangga Risto @ Ptiga5 Studio, Jakarta (Maret, 2018)
* Mixing/mastering: Satrio Utomo @ Griffin Studio, Malang (Juni, 2018)

Lagu yang diciptakan Ismail Marzuki tahun 1955, dan pertama kali dirilis dan dinyanyikan Bing Slamet tahun 1958 ini, pernah diaransemen ulang oleh Sentimental Moods sebagai komposisi instrumental. Versi tersebut kemudian dirilis sebagai bagian dari EP Self-tittled perdana unit ska asal Jakarta ini tahun 2012. Respon yang bagus dari penikmat musik Sentimental Moods atas cover version Payung Fantasi intrumental tersebut (malah jadi playlist tetap di tiap gig), akhirnya malah menjadi rikues audiens untuk membuat versi bervokalnya. Enam tahun lewat, akhirnya diwujudkan dengan modifikasi aransemen, direkam ulang secara live, plus tentunya bantuan Novel Evelyn Silaban (vokalis band ska/rock steady Caltonette Serenades) sebagai biduannya.

Track 3
Jembatan Merah

SentimentalMoods_20183

*Musik/Lirik: Gesang
* Produser: Wirastomo HW dan Dharmo Soedirman
* Aransemen: Sentimental Moods
* Direkam: Yurie Fachran @ Ptiga5 Studio, Jakarta (September, 2014)
* Remixing/mastering: Satrio Utomo @ Griffin Studio, Malang (Juni, 2018)

Merupakan lagu bervokal pertama yang pernah dibawakan dan direkam oleh Sentimental Moods. Versi aransemen ulang dari karya legendaris Gesang tahun 1940an ini, pertama kali rilis sebagai bagian dari EP November Sepuluh tahun 2014. Suara merdu Aprillia Apsari alias Nona Sari dari White Shoes & The Couples Company pun mengisi kebutuhan vokal aransemen ini. Lagu yang mengisahkan cinta seorang gadis yang melepas kekasihnya berjuang di era revolusi kemerdekaan Indonesia  ini, sempat dimixing/mastering ulang lalu dirilis sebagai CD untuk kebutuhan lomba/tes sistem audio di mobil (SQ) awal 2018 lalu. Akhirnya lagu yang diciptakan sebagai lagu langgam (salah satu gaya di keroncong) tersebut kembali di-remixing dan remastering untuk dirilis dalam EP ini.

===
For more info and booking, please contact our management
Phone : 0813-8450-6513 (Risto)
Email : sentimoods@gmail.com

Sentimental Moods – Single Lebaran

Selamat Hari Lebaran
Gaya Kritis Versi Ismail Marzuki

2018-06-08 23.55.08.jpg

Setelah kami merilis single Natal tahun 2014 lalu, langsung banyak sekali rikues dari teman-teman pada Sentimental Moods (SM) untuk juga membuat single Lebaran. Begitu banyak aktivitas dan lain-lain, membuat rikues tersebut terus tertunda. Hingga akhirnya di bulan Ramadhan tahun 2018 ini, akhirnya SM merilis juga sebuah single Lebaran yang merupakan cover version dari lagu karya komponis besar Ismail Marzuki.

Judul lagu ini banyak sekali versinya. Ada yang bilang “Hari Lebaran”, “Selamat Lebaran”, “Mohon Maaf Lahir dan Batin”, “Selamat Hari Lebaran”, “Selamat Hari Raya Iedul Fitri”, dan masih ada lagi beberapa versi lain. Sama dengan banyak versi kapan sebenarnya lagu ini dirilis. Akhirnya kami memilih judul “Selamat Lebaran”, seperti versi pertama lagu ini yang dibawakan sebuah kelompok vokal bernama Lima Seirama dan diperdengarkan pertama kali di RRI (Radio Republik Indonesia) sekitar tahun 1952.

SM sendiri akhirnya memilih lagu ini tentu bukan semata karena menganggap lagu karya Bang Mail (panggilan akrab Ismail Marzuki) ini unik dalam struktur musikalnya (misal bagian reffrain-nya punya dua signature/birama), tapi ternyata punya historis yang unik pula. Ada beberapa latar historis yang belum tentu semua orang tahu tentang salah satu lagu Lebaran paling populer dan banyak dimainkan ulang ini (termasuk populer dan di-cover musisi-musisi di negara-negara mayoritas Islam dengan lirik berbahasa setempat, seperti di Malaysia). Dari beberapa sumber, didapat bahwa:

1. Lagu ini diciptakan Ismail Marzuki sebagai kritik terhadap kondisi sosial masyarakat Jakarta dan mungkin beberapa kota lain di Indonesia (setelah era revolusi kemerdekaan, 1950an). Bang Mail mengungkapkan pendapat sarkastis terhadap pemimpin dan para pejabat Indonesia saat itu. Yap, saat itu Indonesia memiliki sistem parlementer yang dipimpin seorang Perdana Menteri yang bergonta-ganti cepat karena konflik politik hingga tak sempat menjalani program-program yang berpihak pada rakyat. Makanya dengan sarkastis Bang Mail menyindir “Selamat para Pemimpin, Rakyatnya Makmur Terjamin…”.

2. Saat itu mulai muncul para OKB (Orang Kaya Baru, terutama dari kalangan pejabat pemerintah dan pengusaha yang sukses berkat KKN dengan pemerintah) di tengah mayoritas masyarakat yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Termasuk keluarga mereka yang suka memamerkan kekayaan dengan acara-acara eksklusif di kalangan mereka sendiri (dalam lirik disitir, “Kondangan Boleh Kurangin…”, mungkin sekarang seperti kaum sosialita  kali ya hehehe…), padahal hartanya ya dari hasil korupsi (cek lirik “Korupsi Jangan Kerjain…”).

3. Sementara di kelas masyarakat bawah yang secara ekonomi miskin serba kekurangan, justru budaya-budaya lama tetap terpelihara. Mereka boleh saja sehari-hari kekurangan, namun spesial untuk hari Lebaran dibela-belain membeli “… Pakaian Baru Serba Indah…”, begitu kata salah satu lirik lagu ini. Lebaran jadi momen masyarakat bawah untuk bergembira dan bertamasya, walau hanya sekadar jalan-jalan keliling Jakarta dengan Trem (semacam transportasi menyerupai kereta rel yang melintas di jalan-jalan raya, pernah ada di Jakarta dan Surabaya antara tahun 1869 dan akhirnya dibubarkan tahun 1960 karena dianggap sebagai biang kemacetan dan sering terjadi kecelakaan, terutama pada becak dan oplet – semacam angkot era itu). Dengan kocak, Bang Mail menyitir prilaku kelompok masyarakat ini yang memaksa tampil keren, baju dan sepatu baru, walau akhirnya berantakan dan kaki lecet hingga sepatu baru pun ditenteng.

4. Karena liriknya yang kritis dan satir, lagu ini sempat dilarang diputar di RRI (satu-satunya radio saat itu) di era Orde Lama (1950-1966). Akhirnya baru populer lagi di Orde Baru (1967-1998), tapi bukan versi awal yang diputar. Lagu ini dibuat ulang oleh beberapa musisi dan band untuk kebutuhan radio dan acara di TVRI (satu-satunya stasiun TV di era awal Orde Baru), namun berdasarkan instruksi pemerintah (lewat Departemen Penerangan dan Komkamtib). Bahwa bait lirik yang boleh dinyanyikan hanya bait pertama, dimaknai sebagai pujian atas kesuksesan pemerintah saat itu. Sedangkan bait lirik kedua dan ketiga yang lebih kritis dihilangkan. Bahkan nama Ismail Marzuki pun (beliau wafat 25 Mei 1958 di usia baru 44 tahun) lenyap sebagai komponisnya.

5. Akhirnya lagu “Selamat Lebaran” dengan lirik tiga paket bait ini dipopulerkan kembali di era tahun 2000an. Lewat berbagai media termasuk internet, akhirnya lagu kritis ini kembali ke asalnya sebagai lagu satir yang humoris namun kritis. Nama Ismail Marzuki pun kembali terangkat sekaligus dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional tahun 2004. Termasuk memberikan jaminan dana dan sosial kepada janda almarhum yang sempat hidup dalam kemiskinan bertahun-tahun sejak ditinggal almarhum, serta diurus soal royalti atas lagu-lagu karya beliau.

Dirilis Sebagai Video
Single Lebaran versi Sentimental Moods ini diaransemen ulang dalam konsep hybrid, antara instrumental dan sedikit vokal dengan mengambil sebagian reffrain lagu ini. Tak seperti lagu karya Ismail Marzuki lain yang kami bayarkan royaltinya untuk mendapat hak merekam dan mengedarkannya (mau tahu lagu yang mana? Tunggu ya rilisannya hehehe), kami tak sempat mengurus royalti lagu ini. Akhirnya kami sepakat hanya merilisnya sebagai video yang diedarkan di Youtube (kasih link-nya ya).

Video ini digarap oleh Christian THP, yang tak lain road manager kami yang ternyata piawai juga sebagai videografer. Konsep cerita diolah Christian dan teman-teman SM, menampilkan tenor saksofonis kami, Yurie Fachran, ceritanya berkisar tentang momen halal bi halal SM yang memang sudah jadi tradisi di keluarga besar SM. Lokasinya pun diambil di area Cipinang dan Banjir Kanal Timur di Jakarta, di mana studio tempat kami berkarya dan kongkow berada.

Silakan dicek ya frens, dan mohon maaf lahir dan batin bila videonya kurang berkenan. Tapi bila suka, boleh kali di-subscribe, di-like, dan tentu saja disebar ke teman, keluarga, pacar, istri, suai, selingkuhan, tetangga, orang lewat… ke siapa saja deh.

Credit:
Lagu: Selamat Lebaran
Karya: Ismail Marzuki
Sutradara/Kamera/Editor: @christian_thp
Produser dan Aransemen Musik: Sentimental Moods
Perekam: Yurie Fachran dan Risto Angga di Ptiga5 Studio, Jakarta Timur
Mixing dan Mastering: Satrio Utomo di Griffin Studio
Backing Vocal : Sentimental Moods & @novelevelyn

= = = = = =

Sentimental Moods ~ On The Road

 

On The Road
Jalan-Jalan Bersama Amoroso

Seperti sebelumnya, kami menentukan lagu mana dari album kedua kami (Semburat, 2017) yang akan dijadikan single berbasis pada jumlah terbanyak pendengar di layanan musik digital seperti Spotify, Joox, iTunes, Deezer, dan lainnya – plus masukan dari teman-teman juga. Maka ketika On The Road (track kedua dari Semburat) memenuhi syarat seperti layaknya single pertama dan kedua kami (Lhaiki dan Lovely Niku), secara aklamasi kami sepakat menjadikan lagu tersebut sebagai single ketiga.

Seperti sebelumnya juga, ini artinya kami akan membuatkan video single ketiga ini. Gayung bersambut, seorang teman lama kami pun menawarkan diri membuatkan video On The Road ini. Uniknya, Patar Pribadi memiliki konsep baru untuk video klip ketiga SM ini. Dengan berbekal kamera 360 canggihnya, Patar mengemas klip ini sebagai video ‘Virtual Reality’ yang interaktif.

Dengan menampilkan trombonis keren yang paling pecicilan di setiap gig kami, Amoroso Romadian, video ini sebenarnya sederhana saja dalam konsep storyline-nya. Tapi jadi begitu menarik karena kita yang menikmati video ini bisa ikut melebur dalam perjalanan Amoroso selama video ini. Kita bisa menggeser gambar bergerak yang tampil, hingga bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di sekitar Amoroso. Baik saat dia sedang bermain trombon kesayangannya di tengah jalan Jenderal Sudirman, berkeliling di kompleks Taman Ismail Marzuki, bahkan ikut jalan-jalan bareng Amoroso dan vespa andalannya.

Detailnya apa sih ‘Virtual Reality’ itu? Teman-teman bisa cek di link ini . Yang pasti video On The Road ini secara nyata mampu melibatkan kita para penikmatnya, ikut secara aktif berinteraksi dengan tiap scene di dalamnya. Youtube dan Facebook sudah kompatibel dengan format ini. Bisa dinikmati baik dengan kacamata khusus VR, smartphone, tablet, hingga laptop (bisa dengan menggerakkan cursor maupun di-slide bila memang laptop kita berlayar sentuh).

Unik kan? Ya begitulah Sentimental Moods, selalu ingin memberikan yang terbaik dan beda!

Judul Lagu: On The Road
Single/Video Rilis: April 2018
Album: Semburat (rilis 2017)
Komposer: Yurie Fachran dan Dharmo Soedirman
Aransemen: Sentimental Moods
Konsep Cerita: Patar Pribadi dan Sentimental Moods
Sutradara/Kameramen: Patar Pribadi
Editor Video: Fadhillah S.A.Z

Sentimental Moods ~ Suka – Suka (2018)

Sentimental Moods
Menghadirkan Warna Berbeda
di Album Kompilasi
Record Store Day 2018

31007507_167883520567876_8549532015035154432_n.jpg

Sudah menjadi gelar tahunan yang selalu ramai dikunjungi para pecinta musik, terutama kolektor rilisan fisik, tapi baru kali ini Record Store Day Indonesia merilis sebuah album kompilasi. Menampilkan 18 lagu dari 18 band indie yang ada di Indonesia, video ini bak sebuah supermarket. Tak lain karena kita akan menjumpai lagu-lagu dengan berbagai genre. Mulai dari hardcore, metal, hingga bergaya britpop.

Gak jelas apa dasar kurasi atas lagu-lagu ini hingga akhirnya terpilih masuk album kompilasi ini. Bahkan bila ada argumentasi bahwa lagu-lagu yang masuk album ini merupakan materi-materi yang dirilis bertepatan dengan gelaran RSD 2018 yang diadakan 21-22 April lalu ini, ya gak tepat juga. Karena ya gak semua yang masuk album ini dirilis khusus untuk mengambil momentum RSD 2018 yang tahun ini digelar di Kuningan City Jakarta.

Paling gak yang kami tahu ya tentu saja lagu Suka-Suka Sentimental Moods (ada di track 16) yang ikut masuk dalam album kompilasi ini. Lagu yang direkam secara live di studio sebuah kampus multimedia creative,  (School of Audio Engineering Institute, karena memang sekolah ini awalnya dibangun tahun 1976 di Australia sebagai sekolah khusus teknik audio) ini awalnya merupakan sebuah project tugas akhir seorang mahasiswa audio engineer di kampus tersebut. Direkam tahun 2016 silam, saat itu Sentimental Moods selain merekam Suka-Suka, juga merekam dua lagu lain. Bila teman-teman menyimak album tersebut, ya lagu ini jadi berbeda dibanding lagu-lagu lain yang mayoritas bernuansa gelap, penuh distorsi. Beda banget frens, karena lagu SM tersebut ya ska yang simple, danceable, dan fun.

Lagu Keberuntungan
Gara-gara diminta teman SM bernama Erwin (doi mahasiswa SAE asal Brunei Darussalam) tersebut, rencana lama kami untuk membuat dan juga meng-cover lagu ska untuk anak-anak terwujud juga. Yup, lagu Suka-Suka ini memang sebelumnya sudah disiapkan untuk dirilis di Hari Anak Nasional. Tapi ya gak secepat itu juga sih merekamnya, secara saat itu (tahun 2016) kami belum siap dana. Eh pucuk dicinta ulam pun tiba, ada tawaran dari Erwin. Ya sikat laaah!! Siapa pula yang tak mau direkam di salah satu studio recording terbaik di negeri ini. Terbaik tak hanya di perabotan recording-nya, namun juga di sisi akustik ruang rekamnya. Gratis pula… hehehe….

Oke, lagu pun sudah direkam bahkan hingga mixing dan mastering oleh Erwin. Siap rilis lah. Tapi lagi-lagi kami terpaksa menunda rilisnya lagu anak-anak versi Sentimental Moods ini. Lagu yang kami rekam dua versi (instrumental dan bervokal) ini, plus satu cover lagu anak-anak Nasional yang kami aransemen ulang ini harus mengalah pada project album kedua yang saat itu sudah selesai dan sedang proses mixing-mastering. Kami harus memprioritaskan album Semburat, yang tenggat waktunya harus rilis di 2017. Suka-Suka pun kami reschedule waktu rilisnya.

Ah ternyata lagu yang proses rekamannya diproduseri saksofonis bariton sekaligus pendiri Sentimental Moods, Daniel Sukoco, dan trumpeter andalan kami Taufiq Alkatiri ini, punya keberuntungan tersendiri. Tiba-tiba Risto Angga, menejer bisnis sekaligus sound engineer SM memberitakan bahwa pihak panitia RSD 2018 meminta SM untuk ikutan menyumbang lagu untuk album kompilasi gelar tahunan tersebut. Ya sudah, memang rezeki akhirnya Suka-Suka versi intrumental diputuskan kami untuk masuk album tersebut.

Lalu gimana dengan yang Suka-Suka versi bervokal dan cover lagu anak-anak-nya?  Tenang, segera akan kami rilis. Keep in touch ya frens!

Judul Lagu: Suka-Suka (Instrumental Version)
Album Kompilasi: Record Store Day 2018 (rilis April 2018)
Komposer: Dharmo Soedirman
Aransemen: Sentimental Moods
Produser: Daniel Sukoco dan Taufiq Alkatiri
Perekam/Mixing-Mastering: Erwinizan Mugitat di Studio 1 – SAE Institute, Jakarta

Sentimental Moods – Lovely Niku

Lovely Niku

Kalau boleh mengutip lirik sebuah lagu lama legendaris karya David Gates…

Everybody needs somebody…
That you can be sure of…
Life alone is nowhere that you want to be…

Bahwa semua juga tahu bila tiap manusia butuh orang lain agar bisa berinteraksi bahkan mendapat banyak masukan serta ide. Bahwa tiap manusia butuh manusia lain agar hidup mereka jadi lebih berarti. Bisa teman, sahabat, pasangan, istri, suami, bahkan anak. Yang bila diperluas, tak hanya manusia, tapi juga mahluk lainnya seperti hewan peliharaan kesayangannya.

Continue reading Sentimental Moods – Lovely Niku